Pernikahan Hitam


Aku memandangi cermin sebesar orang dewasa yang kini berada di depanku. Kupatut diriku yang memakai setelan berwarna hitam kelam. Warna hitam yang merupakan warna favoritku sekaligus favoritmu. Sempurna. Tapi kesempurnaan itu  terasa kurang karena dasi yang untuk kesekian kalinya kurapikan yang entah mengapa selalu terlihat tidak simetris atau mungkin ini karena efek gugupku saja. Seharusnya jadi hari bahagia tetapi yang kurasakan hanyalah kegugupan dan rasa sesak yang sedikit menyakitkan. Pokoknya aku harus tampil sebaik mungkin hari ini “Al, mempelai wanitanya udah datang tuh. Buru keluar, ngaca mulu. Jangan lupa cincinnya dibawa”, jantungku hampir melompat ketika temanku mengabarkan hal itu. Kujawab dengan anggukan cepat meskipun aku belum sepenuhnya pulih dari rasa kagetku ataupun pulih dari rasa gugupku. Namun siap tidak siap akhirnya hari ini tiba juga. Apapun yang terjadi aku harus tampil sempurna hari ini, meski dalam hitam.

#PaNic1




Kita kembali berkumpul kembali setelah berpisah. Dengan muka bercoreng arang ataupun basah kuyup kita berbagi keceriaan. Dengan tangan saling terikat kita makan bersama.

About Me

Powered by Blogger.

Copyright © / Rated R

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger