Aku memandangi
cermin sebesar orang dewasa yang kini berada di depanku. Kupatut diriku yang
memakai setelan berwarna hitam kelam. Warna hitam yang merupakan warna
favoritku sekaligus favoritmu. Sempurna. Tapi kesempurnaan itu terasa kurang karena dasi yang untuk kesekian
kalinya kurapikan yang entah mengapa selalu terlihat tidak simetris atau
mungkin ini karena efek gugupku saja. Seharusnya jadi hari bahagia tetapi yang
kurasakan hanyalah kegugupan dan rasa sesak yang sedikit menyakitkan. Pokoknya
aku harus tampil sebaik mungkin hari ini “Al, mempelai wanitanya udah datang
tuh. Buru keluar, ngaca mulu. Jangan lupa cincinnya dibawa”, jantungku hampir
melompat ketika temanku mengabarkan hal itu. Kujawab dengan anggukan cepat
meskipun aku belum sepenuhnya pulih dari rasa kagetku ataupun pulih dari rasa
gugupku. Namun siap tidak siap akhirnya hari ini tiba juga. Apapun yang terjadi
aku harus tampil sempurna hari ini, meski dalam hitam.

