Sudah lama kita terjebak dalam kesunyian ini. Mungkin sudah hampir setengah jam kita duduk berdua dan selama itu pula aku hanya memandangi nanar dengan mata sembabku seluruh isi kamarku. Aku sadar harus membereskan dan membersihkan kamarku, namun akhir-akhir ini waktuku terlalu tersita untuk memikirkan sebuah hal. Dan sekarang hal itu sedang duduk tepat di sampingku. Namun yang kurasakan tetap kesendirianku, entah kenapa.
"Kamu belum mengantuk?", akhirnya kamu yang pertama menyerah terhadap sepi. Entah pertanyaan basa-basi atau tidak mengingat sekarang sudah hampir tengah malam.
"Hmmm.", aku hanya berhasil mengucapkan itu sebagai tanda bahwa aku belum siap untuk sebuah percakapan tapi aku masih bersedia untuk mendengarkan.
